Dia Yulianti, seorang disabilitas dengan keterbatasan fisik, tangan dan kaki. Dia tinggal bersama neneknya yang sakit lumpuh di Lembang Limbong kecamatan Rembon. Anak ke 4 dari 5 bersaudara, ia lahir 15 Juli 2000 silam, ayahnya sudah lama meninggal. Hebatnya ia bisa membaca sekalipun ia tak pernah sekolah. Dia hanya diajar dulu oleh guru khusus disabilitas untuk bisa baca, tulis dan berhitung.
Kepada tutunganbia.com, Yulianti menuturkan kisahnya. Menjalani hidup dengan keterbatasan tak jadi penghalang untuk meraih asa masa depannya. Dia ternyata tak hanya merawat neneknya yang sakit, ia bisa masak bahkan memelihara ternak babi serta berbagai aktifitas lain, layaknya tak punya keterbatasan. "Saya punya keinginanan untuk membahagiakan nenek, saya merasa punya hutang budi, karena nenek telah membesarkan saya," katanya.
Pengabdiannya tak ada ubahnya dengan sesamanya yang normal, keterbatasannya tak menyurutkan langkah hidupnya untuk meraih masa depannya. Yulianti pun tak mau kalah, dia mau dan ingin mandiri. Dia punya usaha, bisnis online jualan alat kecantikan. Meski ia menjalani dengan berbagai tantangan, termasuk keraguan bahkan tak jarang dia mendapatkan bullyan dan perlakuan tak pantas, tetapi semangatnya tak surut. Ia justru semakin tegar untuk meraih harapan di masa depan.

Yuliati adalah salah seorang disabilitas yang cukup aktif dalam berbagai kegiatan. Ia tergabung pada DPC Tana Toraja Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia.
Pewarta : Fred
Jumat, 10 Januari 2025
Sekda Tana Toraja Ungkap Perhatian Nyata Pemerintah bagi Disabilitas
Melepas pawai disabilitas dalam rangkaian peringatan Hari Disabilitas Internasional ( HDI ), Sekda Tana Toraja dr. Rudhy Andilolo mengungkapkan sejumlah perhatian serius dan kongkrit pemkab Tana Toraja terhadap disabilitas. Rudhy mengatakan sejak ditetapkannya Perda No. 5/2023 tentang kabupaten Inklusif dan Pelindungan Disabilitas, perhatian dan layanan terhadap para yang berkebutuhan khusus itu kian gencar dilakukan.
Dr. Rudhy menyampaikan apresiasi khusus kepada Yayasan Eran Sangbure Mayang ( YESMa) melalui program Inklusi kemitraan Indonesia - Australia dalam mendorong kegiatan pemberdayaan dan perhatian bagi disabilitas dan kelompok rentan lainnya. Ia menyebutkan jika para disabilitas di Tana Toraja untuk tidak perlu lagi ragu untuk mengakses berbagai layanan, baik pendidikan, kesehatan serta kebutuhan lainnya dengan mudah, terjangkau, dan setara. Bahkan untuk mengisi formasi CPNS Pemkab Tana Toraja juga telah membuka lowongan dalam penerimaan yang lalu, meski belum ada peminatnya.
Para disabilitas juga kini telah disiapkan berbagai kemudahan dalam layanan baik administrasi maupun pembangunan. "Tidak ada diskriminusasi, bully. Tana Toraja sebagai kabupaten inklusi, akan berjuang terhadap hak- hak dan kesetaraan bagi semua. Semua berhak mendapatkan pelayanan dari pemerintah," ungkapnya.
Pawai yang dilepas di depan panggung kolam Makale dan berakhir di Gedung Tammuan Mali’ diikuti oleh para disabilitas pelajar SLB dari dua kabupaten, Tana Toraja dan Toraja Utara.
Peringatan HDI tahun 2024 digagas oleh Ikatan Guru Pendidik Khusus, dengan berbagai kegiatan. Ada sejumlah festival, perlombaan serta pertandingan untuk pembinaan mental, bakat minat serta potensi disabilitas. Juga pelatihan peningkatan kapasitas para pendidiknya. Acara itu juga melibatkan para lembaga mitra, diantaranya YESMa, orang tua serta pendamping dengan dukung penuh oleh Pemerintah.
Baca juga : Kisah Inspiratif Disabilitas dari Rembon, Yulianti Menembus Keterbatasan untuk Mandiri
Pewarta : Fred